Showing posts with label mikrotik. Show all posts
Showing posts with label mikrotik. Show all posts

Sunday, May 1, 2016

Membuat Routing OSPF Di MikroTik

Dibawah ini adalah contoh cara setting OSPF single-area di MikroTik. OSPF adalah routing protocol jenis link state yang dengan cepat mendeteksi perubahan dan mejadikan routing kembali konvergen dalam waktu singkat dengan sedikit pertukaran data. OSPF menggunakan konsep area dengan routing domain OSPF. Area memisahkan network menjadi lebih kecil untuk mengurangi jumlah trafik protokol yang melalui network. Metric OSPF berdasarkan bandwith dari port. OSPF memilih jalur yang mempunyai bandwith paling besar.

Kita anggap kita punya topologi sebagai berikut.

setting ospf mikrotik

Contoh jaringan diatas terdiri dari 3 router yang terhubung bersama dengan network 10.10.1.0/24 dan masing-masing router mempunyai 1 jaringan LAN. Dan mempunyai 1 gateway ke internet pada MikroTik R1. Contoh setting OSPF di MikroTik ini di konfigurasi dengan IP address :

[adam@MikroTikR1]/ip address add address=10.10.1.1/30 interface=ether1
[adam@MikroTikR1]/ip address add address=10.10.1.5/30 interface=ether2
[adam@MikroTikR1]/ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether3
[adam@MikroTikR1]/ip address add address=172.22.0.2/30 interface=ether4

[adam@MikroTikR2]/ip address add address=10.10.1.6/30 interface=ether1
[adam@MikroTikR2]/ip address add address=10.10.1.9/30 interface=ether2
[adam@MikroTikR2]/ip address add address=192.168.2.1/30 interface=ether3

[adam@MikroTikR3]/ip address add address=10.10.1.2 /30 interface=ether1
[adam@MikroTikR3]/ip address add address=10.10.1.10/30 interface=ether2
[adam@MikroTikR3]/ip address add address=192.168.3.0/24 interface=ether3

Ada tiga elemen dasar konfigurasi OSPF di MikroTik :
  • Mengaktifkan OSPF instance
  • Konfigurasi OSPF area
  • Konfigurasi OSPF network

Mengaktifkan OSPF instance di MikroTik


OSPF instance dapat dikonfigurasi di menu /Routing OSPF. Untuk advanced setup OSPF, memungkinkan untuk menjalankan beberapa OSPF instance. Dalam contoh ini saya menggunakan Default instance.

Dalam default instance router-id 0.0.0.0, dalam arti router akan menggunakan salah satu IP address router sebagai router-id. Setiap router OSPF harus menggunakan identitas (ID) sebagai pengenal satu sama lain. ID juga digunakan sebagai penunjuk dari mana sebuah LSA berasal. Jika tidak dikonfigurasikan, maka router OSPF akan mengambil IP Address dari salah satu interfacenya yang aktif untuk dijadikan Router ID. Dan bila terdapat beberapa IP Address, maka IP Address tertinggi yang akan dipilih.

Dalam beberapa kasus di rekomendasikan untuk membuat Loopback IP Address sebagai router-id. Loopback IP Address adalah virtual, IP tersebut bisa digunakan untuk identitas router dalam jaringan. Interface Loopback merupakan interface yang tidak pernah berada dalam posisi “down”, sehingga IP Address pada interface ini sangat cocok untuk dijadikan Router ID.

Konfigurasi Loopback Interface :

[adam@MikroTikR1] /interface bridge add name=loopback
[adam@MikroTikR1] /ip address add address=10.255.255.1/32 interface=loopback
[adam@MikroTikR1] /routing ospf instance set 0 router-id=10.255.255.1 distribute-default=always-as-type-1

Karena R1 mempunyai jalur gateway ke internet jadi saya menambahkan option distribute-default=always-as-type-1. OSPF juga dapat digunakan untuk menyebarkan (redistribute) konfigurasi statik routing yang ada pada sebuah router. Sehingga entry static routing tersebut akan diketahui oleh router OSPF lainnya. Redistribute ini umumnya diterapkan pada router OSPF yang terhubung ke jaringan luar (outside network), misalnya pada R1 berfungsi sebagai gateway ke Internet.


[adam@MikroTikR2] /interface bridge add name=loopback
[adam@MikroTikR2] /ip address add address=10.255.255.2/32 interface=loopback
[adam@MikroTikR2] /routing ospf instance set 0 router-id=10.255.255.2

[adam@MikroTikR3] /interface bridge add name=loopback
[adam@MikroTikR3] /ip address add address=10.255.255.3/32 interface=loopback
[adam@MikroTikR3] /routing ospf instance set 0 router-id=10.255.255.3

Konfigurasi OSPF area di MikroTik


Langkah berikutnya adalah untuk mengkonfigurasi OSPF Are. Backbone Area secara default sudah ada di MikroTik dan konfigurasi tambahan tidak diperlukan.  ID Backbone Area adalah 0.0.0.0 (selalu zero/nol).

Karena ada beberapa network menggunakan IP 10.10.1.0/30, 10.10.1.4/30, 10.10.1.8/30, di contoh ini saya hanya menggunakan network 10.10.1.0/24. Daripada setting satu-satu di setiap router.

Di R1 :

[adam@MikroTikR1] /routing ospf network add network=192.168.1.1/24 area=backbone
[adam@MikroTikR1] /routing ospf network add network=172.22.0.2/30 area=backbone
[adam@MikroTikR1] /routing ospf network add network=10.10.1.0/24 area=backbone

Di R2 :

[adam@MikroTikR2] /routing ospf network add network=192.168.2.1/24 area=backbone
[adam@MikroTikR2] /routing ospf network add network=10.10.1.0/24 area=backbone

Di R3 :

[adam@MikroTikR3] /routing ospf network add network=192.168.3.0/24 area=backbone
[adam@MikroTikR3] /routing ospf network add network=10.10.1.0/24 area=backbone

Sekarang Anda pastikan Settingan OSPF di MikroTik Anda berfungsi dengan baik.

Cek tetangga OSPF Anda,  berstatus DR (Designated Router) dan BDR (Backup Designated Router, yang bertugas sebagai cadangan dari DR). Router yang memiliki Router ID tertinggi akan menjadi DR, kemudian disusul oleh Router ID terendah berikutnya yang akan menjadi BDR.

[adam@MikroTikR1] /routing ospf neighbor print>

Pastikan ada route OSPF di masing-masing router (DAo)

[adam@MikroTikR1] /ip route print
Share:

Wednesday, March 2, 2016

CARA MENGINSTALL MIKROTIK ROUTER OS DI VIRTUALBOX

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pada tuorial kali ini kita akan belajar bagaimana caranya menginstal Mikrotik OS di VirtualBox. Bahan yang musti temen-temen siapin yakni: Mikrotik'os dan VirtualBox , jika anda belum punya bisa download disini :
MIKROTIK
VIRTUALBOX

Oke kalau bahannya udah siap mari kita mulai :
1. Buka VirtualBox, kemudian klik New untuk membuat mesin baru

2. Di tahap kedua ini kita akan dihadapkan pada beberapa form yang harus kita isi, yakni :
ü  Name     : Nama system operasi yang akan kita install, contohnya : mikrotik
ü  Type      : Jenis system operasi yang akan kita install, contohnya : Microsoft windows jika kita ingin menginstall windows 8
ü  Version : Versi system operasi yang akan kita install apakah 32 bit atau 64 bit
ü Memory size : sama halnya dengan fungsi RAM pada komputer asli. diisi sesuai minimum system require sistem operasi yang akan diinstall. Contohnya windows 8 memiliki minimum system require 1GB, maka jika ingin mengintall windows 8 pada VirtualBox memory size-nya juga harus diisi 1GB
ü Harddisk : Jenis harddisk yang akan kita pakai, disini kita menggunakan harddisk virtual
 Isi form diatas seperti gambar dibawah ini dan klik create

3. Pilih tempat dimana akan disimpan file virtual mesin, caranya klik lambang folder dengan panah hijau seperti gambar dibawah
lalu akan muncul dialogbox yang menawarkan tempat penyimpanan file virtual mesin, klik save jika anda sudah menentukan dimana file tersebut akan disimpan

4. Mesin Virtual untuk mikrotik sudah jadi, sekarang saatnya menginstall router os mikrotik, klik start

5. Masukkan disk iso mikrotik yang telah disiapkan sebelumnya, caranya klik icon folder yang berpanah hijau seperti gambar dibawah
Kemudian pilih mikrotik, 

6. Klik start

7. Proses installasi pun sudah mulai berjalan

8. Selanjutnya pada tahap ini kita akan dihadapkan pada pilihan paket atau fitur apa saja yang akan kita install. Tombol SPASI berfungsi untuk menandai beberapa paket, tombol A untuk menandai semua paket secara langsung, tombol M berfungsi untuk menghilangkan semua tanda, tombol P dan N berfungsi sebagai arah, tombol I menginstal paket yang telah dipilih. Pada tutorial ini kita install system saja, tekan tombol  I

9. Dan hasilnya akan seperti gambar dibawah ini, kita tekan N  untuk menghapus seluruh konfigurasi dalam harddisk

9. Muncul peringatan apakah kita benar-benar ingin menghapus isi harddisk atau tidak, kita tekan Y

10. Proses installasi system pun berjalan
Proses installasi sudah selesai, tekan enter untuk reboot.

11. Setelah reboot selesai, muncul dialog lagi untuk pengecekan error harddisk, tekan Y

12. Jika pengecekan harddisk sudah selesai, mikrotik pun sudah siap kita gunakan










Share: